RESPON YANG BENAR
(Lukas
14:16-23)
Ada
perumpamaan tentang Kerajaan Allah, di mana Allah sedang mengadakan jamuan
besar dan banyak orang diundang untuk menghadirinya. Tetapi orang-orang yang
diundang dalam perjamuan tersebut menolak
untuk datang. Padahal Tuan yang mengadakan perjamuan itu berkata, “Rumahku
harus penuh” (ayat 23). Orang-orang yang menolak undangan itu kehilangan
kesempatan untuk menikmati perjamuan. Itu gambaran dari menolak keselamatan dan
anugerah dari Tuhan.
Kita
yang sudah menerima keselamatan, jangan sampai melakukan hal yang sama yaitu mengutamakan
yang lain lebih daripada ketaatan kita kepada Tuhan. Mengapa demikian? Sebab hanya karena anugerah, hanya oleh iman, dan hanya di dalam Yesus, kita sudah
diselamatkan. Sehingga kehidupan kita yang sekarang di dalam kasih karunia,
adalah hidup dengan respon yang benar untuk melakukan kehendak Bapa.
Ucapkan:
“Saya mau memberikan respon yang benar”
I S I :
Apakah alasan seseorang sehingga
menolak undangan Yesus ? Ada 3 alasan, yaitu :
I. HARTA KEKAYAAN (ayat 18)
Apakah
membeli ladang/tanah, mempunyai property atau harta itu dosa? Tentu tidak !
Tetapi bila perhatian seseorang akan
harta kekayaan lebih daripada
ketaatan kepada Tuhan, maka hal itu akan membuat orang tersebut gagal masuk ke
dalam keselamatan.
Ini
contoh orang yang “di luar” Kristus, yaitu mereka yang orientasinya mengejar
harta dan kekayaan, sedangkan untuk urusan dengan Tuhan mereka tidak
mempedulikan sama sekali. Banyak orang yang
di luar bersikap seperti itu, jangan sampai kita yang sudah di dalam tersandung untuk melakukan hal
yang sama. Sharingkan bagaimana Saudara
mengutamakan Tuhan lebih daripada harta kekayaan?
Ilustrasi : ”Seorang muda yang kaya, karena banyak hartanya ia akhirnya
pergi meninggalkan Yesus tanpa keselamatan (Matius 19:22)”
Ucapkan: “Saya harus mengutamakan
keselamatan lebih dari harta kekayaan”
II. PEKERJAAN (ayat 19)
Apakah
berbisnis itu dosa? Pasti tidak ! Tetapi apabila bisnis atau pekerjaan dianggap
lebih penting daripada ketaatan kepada Tuhan, maka hal itu akan menjadikan
seseorang gagal masuk ke dalam keselamatan.
Ini
pun contoh orang yang diluar Kristus, yang belum selamat. Jangan sampai kita
yang sudah di dalam tersandung untuk
melakukan hal yang sama, menganggap bisnis/pekerjaan lebih penting daripada
ketaatan kepada Tuhan. Ketaatan
kepada Tuhan harus menjadi prioritas.
Tuhan
ingin setiap orang yang sudah di dalam DIA, mengenal Tuhan dengan benar (Matius
7:22). Kata mengenal menggunakan ginosko, artinya mengenal dengan intim seperti suami istri. Orang yang tidak intim
akan menjadi pembuat kejahatan (lawlessness
– pelanggar hukum, tidak ada aturannya). Ceritakan pengalaman Saudara
untuk mengutamakan Tuhan (melalui DIP) ditengah-tengah kesibukan pekerjaan.
Ucapkan : “Saya harus mengutamakan
keselamatan lebih dari pekerjaan”
III. KELUARGA (ayat 20)
Apakah
memiliki suami/istri/keluarga itu dosa ? Pasti tidak ! Tetapi keinginan untuk
menyenangkan pasangan suami/istri lebih daripada ketaatan kepada Tuhan, akan
membuat seseorang gagal masuk ke dalam keselamatan.
Ini
contoh orang yang di luar, mereka
lebih berorientasi kepada keluarga/rumah tangganya lebih daripada Tuhan. Jangan
sampai kita yang sudah di dalam ini
melakukan hal yang sama. Ceritakan bagaimana Saudara
membagi waktu untuk keluarga dan pelayanan?
Ilustrasi : ”Adam lebih menyenangkan Hawa,
dan melanggar perintah Tuhan (Kejadian 3:6)”
Ucapkan : ”Saya harus mengutamakan keselamatan lebih dari
keluarga”
KESIMPULAN :
Jadikan ketaatan kepada Kristus itu lebih penting dan utama daripada harta
kekayaan, bisnis/pekerjaan dan keluarga/rumah tangga. Sebab karena anugerah-Nya,
sekarang kita sudah diselamatkan oleh iman kepada Yesus Kristus.
Best Regards,
HERYOUNUS
